Senin, 01 Mei 2017

REVIEW JURNAL 6

Nama : Winda Maulina
Kelas : 4EB22
NPM : 29213279

Nama Jurnal
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)
Volume / Halaman
Vol. 17
Nama Penulis
Dio Putra Perdana, Fransisca Yaningwati, dan Muhammad Saifi
Judul Jurnal
PENGARUH PELEMAHAN NILAI TUKAR MATA UANG LOKAL (IDR) TERHADAP NILAI EKSPOR (Studi Pada Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia Tahun 2009-2013)
Tanggal Jurnal
Desember 2014
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pelemahan mata uang lokal (depresiasi) terhadap nilai ekspor, yang dalam penelitian ini menggunakan ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia tahun 2009-2013
Metode Penelitian
Regresi Linear
Variabel Penelitian
Depresiasi dan Nilai Ekspor
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan Depresiasi berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor dengan nilai statistik uji |thitung| lebih besar dari ttabel (4,963> 2,032)
Kesimpulan Penelitian
Variabel depresiasi (X) berpengaruh siginifikan terhadap variabel nilai ekspor (Y), Hal ini dapat diartikan bahwa terjadinya pelemahan nilai tukar mata uang mata uang lokal secara signifikan mempengaruhi terjadinya kenaikan nilai ekspor
Pendapat Mengenai Jurnal
Penelitian ini bermanfaat bagi pihak pelaku bisnis atau eksportir agar hendaknya memperhatikan dengan seksama fluktuasi nilai tukar mata uang, dan mampu memprediksi pergerakan fluktuasi mata uang untuk transaksi dimasa yang akan datang

REVIEW JURNAL 5

Nama : Winda Maulina
Kelas : 4EB22
NPM : 29213323

Nama Jurnal
Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE)
Judul Jurnal
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Tingkat Pengungkapan laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Di Indonesia
Volume / Halaman
Vol 22, No 1 25 / 25-33
Nama Penulis
Ririn Hendriyanti & Afrizal tahar
Tanggal Jurnal
Maret 2015
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan dari pemerintah provinsi di Indonesia
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 
 purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah ringkasan dari Laporan Keuangan Pemeriksaan Hasil Pemerintah Provinsi di Indonesia yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan jumlah penduduk diperoleh dari Buku Statistik Indonesia. Dalam penelitian ini, sampel termasuk 30 provinsi dengan periode pelaporan 3 tahun yaitu dari tahun 2012 hingga tahun 2014. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan analisis data panel.
Variabel Penelitian
Variabel Bebas : Tingkat Pengungkapan
Variabel Terikat : Tingkat Ketergantungan, Rasio PAD , Belanja Modal, Jumlah Penduduk, Temuan audit
Hasil Penelitian
Rata-rata tingkat pengungkapan dalam Catatan atas laporan Keuangan selama tahun 2012 hingga tahun 2014 adalah 41,7663%.

Variabel tingkat ketergantungan memiliki nilai koefisien regresi sebesar -0.084 dengan signifikansi sebesar 0.000 lebih kecil dari α (0.05) . Tingkat ketergantungan berpengaruh negative terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa dana alokasi umum yang diterima daerah tidak mempengaruhi tingkat pengungkapan

Variabel Pendapatan Asli Daerah memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0.150 lebih besar dari α (0.05) . Pendapatan Asli Daerah tidak berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsi. Pendapatan asli daerah menunjukkan, bahwa tingginya tingkat kekayaan suatu daerah tidak akan secara otomatis melakukan pengungkapan informasi yang tinggi pula.

Variabel Belanja modal memiliki koefisien regresi sebesar 0.126 dengan signifikansi sebesar 0.002 lebih kecil dari α (0.05). Belanja modal memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsiBelanja modal memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsi.

Variabel Jumlah Penduduk memiliki nilai koefisien regresi sebesar 2.947 dengan signifikansi sebesar 0.000 lebih kecil dari α (0.05). Jumlah penduduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsiJumlah penduduk,menunjukan bahwa jumlah penduduk merupakan proksi dari tingkat kompleksitas pemerintah. Semakin tinggi jumlah penduduk maka semakin kompleks pemerintahan tersebut sehingga semakin tinggi tingkat pengungkapannya.

Variabel Temuan audit memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0.011 dengan signifikansi sebesar 0.208 lebih besar dari α (0.05). Temuan audit tidak berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsiTemuan audit tidak berpengaruh, disebabkan karena BPK akan memberikan saran kepada pemerintah provinsi untuk memperbaiki temuan-temuan audit yang mereka temukan, dengan adanya perbaikan maka opini yang diberikan akan mendapatkan opini wajar. Sehingga jumlah temuan audit tidak berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan.
Kesimpulan Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian dapat  ditarik kesimpulan yaitu tingkat ketergantungan berpengaruh negative terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsi, Pendapatan Asli Daerah tidak berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsiBelanja modal memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsi,Jumlah penduduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsi, dan Temuan audit tidak berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsi.
Pendapat Mengenai Jurnal
Menurut kelompok kami secara keseluruhan isi dari jurnal ini sudah baik, hanya saja terdapat beberapa variabel independen yang tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Hal tersebut mungkin dapat dipengaruhi oleh factor lingkugan, social dan objek yang diteliti.  Saran untuk peneliti selanjutnya agar dapat menyajikan rentang waktu penelitian yang lebih panjang dan menambah variabel indepen yang dapat memiliki pengaruh yang lebih besar dalam hal pengungkapan yang dilakukakan oleh pemerintah provinsi.

REVIEW JURNAL 4

Nama : Winda Maulina
Kelas : 4EB22
NPM : 29213323

Nama Jurnal
Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Volume/ Halaman
Vol 13, No 1/ hal 1-12
Nama Penulis
I Made Narsa
Judul Jurnal
Prediksi Aliran Kas Berdasarkan Laba Fungsional dan Aliran Kas Kelambanan: Komparasi antara US dan Indonesia
Tanggal Jurnal
Mei 2011
Tujuan penelitian
Untuk menguji kemampuan laba fungsional dan aliran kas (CFt-n) dalam menjelaskan dan memprediksi aliran kas masa depan, dan membandingkan kemampuantersebut antara Negara US dan Indonesia.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian empirik dengan pendekatan kuantitatif
Variabel Penelitian
Variabel dependen : Aliran Kas
Variabel independen : Laba Fungsional yaitu Laba Kotor (LK), Laba Operasi (LO), Laba Bersih (LB) dan Aliran Kas Kelambanan (AKK).
Hasil Penelitian
Dari semua hasil estimasi tampak bahwa angka laba ternyata memiliki kemampuan yang baik untuk menjelaskan aliran kas. Goodness of fit ketiga model tersebut yang dilihat dariniali uji F sangat tinggi dan signifikan pada level di bawah satu persen. Namun jika dengan kriteria seleksi model diperoleh hasil bahwa untuk data Indonesia yaitu berarti hipotesis yang diajukan bahwa angka laba kotor memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan dengan angka laba operasi dan laba bersih dalam menejlaskan perilaku aliran kas untuk kasus di Indonesia didukung data empiris. Namun, variabel aliran kas kelambanan tida signifikan untuk ketiga model. Sedangkan, jika dilihat dari data US, semua variable LK, LO, LB dan AKK signifikan pada ketiga model, tetapi model yang paling baik adalah model 2, artinya laba operasi dan aliran kas kelambanan memiliki kemampuan yang paling baik dalam menjelaskan perilaku aliran kas masa depan.
Kesimpulan Penelitian
Penelitian ini menemukan bahwa laba kotor memiliki kemampuan prediksi paling kuat dalam menjelaskan dan memprediksi aliran kas masa depan dibandingkan dengan laba lainnya untuk koneksi di Indonesia, tetapi untuk di US adalah laba bersih. Kemampuan laba fungsional dan aliran kas kelambanan ditemukan berbeda antara perusahaan-perusahaan di Indonesia dan US. Oleh karena, jika investor ingin memprediksi aliran kas masa depan, maka akan lebih akurat jika menggunakan komponen laba kotor untuk di Indonesia dan kemampuan laba bersih untuk di US.
Pendapat Mengenai Jurnal
Untuk jurnal akuntansi dan keuangan ini sudah cukup bagus dan menarik dan sangat membantu untuk para investor dalam berbisnis di perusahaan Indonesia maupun perusahaan di US.

Rabu, 29 Maret 2017

REVIEW JURNAL 3

Nama : Winda Maulina
Kelas : 4EB22
NPM : 29213323


Nama Jurnal
Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
Volume / Halaman
Vol. 5, No. 1, Maret  2003: 1 - 16
Nama Penulis
Devie
Judul Jurnal
Mengkaji Peluang Pasar Internasional Melalui Kinerja Ekonomi Negara-Negara Uni Eropa
Tanggal Jurnal
Maret  2003
Tujuan Penelitian
Untuk melihat peluang memasuki pasar Uni eropa dengan melihat kinerja keuangan negara negara yang tergabung dalam EU yang diukur dari indikator ekonomi negara-negara tersebut.
Metode Penelitian
 -
Variabel Penelitian
 -
Hasil Penelitian
 -
Kesimpulan Penelitian
Dengan melihat indikator ekonomi maka dapat dibuat garis besar bahwa :
1. Besarnya proporsi perdagangan Internasional terhadap angka GDP menunjukan negara Uni Eropa makin membuka diri dan menggantung aktivitas ekonomi negara tersebut dengan negara lain.
2. Secara keseluruhan ekonomi dunia mengalami penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi, khusunya Amerika Serikat. Tetapi Negara yang tergabung dalam uni eropa (EU) menunjukan penurunan yang lebih kecil.
3. Peluang untuk memasuki pasar Eropa dapat dilakukan baik dengan ekspor maupun investasi langsung. Perdagangan Indonesia dengan  negara Uni Eropa mengalami surplus neraca perdagangan, bahkan menduduki peringkat pertama dalam total ekspor Indonesia. Walaupun tanpa mengetahui negara mana saja melakukan investasi langsung ke negara Uni Eropa, data menunjukan peningkatan investasi langsung di negara Uni Eropa yang berarti semakin banyak negara di luar Eropa yang melihat sisi positip  pasar di EU. Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk melakukan investasi langsung.
4. Dibanding dolar mata uang pondsterling dan Euro cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendahm, hal ini berdampak pada lebih kecilnya resiko bertransaksi dengan Euro dan pondsterling.
5. Tingkat GDP per kapita yang lebih tinggi dari Indonesia dan cenderung meningkat walaupun secara total GDP mengalami penurunan. Hal ini merupakan peluang, karena terjadi peningkatan daya beli masyarakat di negara EU.
6. Populasi di negara Uni Eropa menduduki posisi ketiga terbesar di dunia disertai dengan tingginya tingkat GDP perkapita, merupakan pasar yang sangat besar bagi perusahaanperusahaan di luar EU termasuk Indonesia
7. Pasar Eropa akan makin menarik pada tahun 2004 dengan masuk 13 negara kandidat yang secara pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibanding negara Uni Eropa, sehingga merupakan peluang pasar bagi negara lain termasuk  Indonesia.
Pendapat Mengenai Jurnal
Jurnal ini cukup menarik pembahasannya, dengan mamahami jurnal ini maka dapat menambah wawasan mengenai peluang pasar internasional melalui kinerja ekonomi negara-negara Uni Eropa

REVIEW JURNAL 2

Nama : Winda Maulina
Kelas : 4EB22
NPM : 29213323


Nama Jurnal
Jurnal Akuntansi dan keuangan
Volume / Halaman
Vol. 14 No.2, Juli 2009
Nama Penulis
Rindu Rika Gamayuni
Judul Jurnal
PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL
REPORTING STANDARDS
Tanggal Jurnal
Juli 2009
Tujuan Penelitian
-
Metode Penelitian
-
Variabel Penelitian
-
Hasil Penelitian
Standar Akuntansi Keuangan Indonesia perlu mengadopsi IFRS karena kebutuhan akan info keuangan yang bisa diakui secara global untuk dapat bersaing dan menarik investor secara global.
Kesimpulan Penelitian
Saat ini, adopsi yang dilakukan oleh PSAK Indonesia sifatnya adalah harmonisasi, belum adopsi secara utuh, namun indonesia mencanangkan akan adopsi seutuhnya IFRS pada tahun 2012. Adopsi ini wajib diterapkan terutama bagi perusahaan publik yang bersifat multinasoinal, untuk perusahaan non publik yang bersifat lokal tidak wajib diterapkan.
Pendapat Mengenai Jurnal
Perlu dipertimbangkan lebih jauh lagi sifat adopsi apa yang cocok diterapkan di Indonesia, apakah adopsi secara penuh IFRS atau adopsi IFRS yang bersifat harmonisasi yaitu mengadopsi IFRS disesuaikan dengan kondisi ekonomi, politik, dan sistem pemerintahan di Indonesia. Adopsi secara penuh IFRS akan
meningkatkan keandalan dan daya banding informasi laporan keuangan secara internasional, namun adopsi seutuhnya akan bertentangan dengan sistem pajak pemerintahan Indonesia atau kondisi ekonomi dan politik lainnya. Hal ini merupakan rintangan dalam adopsi sepenuhnya IFRS di Indonesia.
Jurnal tersebut sudah cukup bagus penjelasannya hanya saja dalam jurnal tersebut tidak memuat tujuan serta metode dalam melakukan penelitian , hal tersebut disayangkan karena dengan tidak adanya komponen tersebut para pembaca akan merasa bertanya tanya dan tidak cukup puas dalam membaca jurnal tersebut .

REVIEW JURNAL 1

Nama : Winda Maulina
Kelas : 4EB22
NPM : 29213323


Nama Jurnal
Jurnal Akuntansi & Keuangan
Volume / Halaman
Vol. 1, No.2, Nopember 1999: 144 - 161
Nama Penulis
Arja Sadjiarto
Judul Jurnal
HARMONISASI VERSUS STANDARDISASI
Tanggal Jurnal
Nopember 1999
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah lembaga-lembaga dunia dalam mengatasi perbedaan-perbedaan antar standar akuntansi di berbagai negara.
Metode Penelitian
                       Pengukuran variabel  :   –
                       Metode analisis  :  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dimana memberikan gambaran mengenai fenomena yang sesungguhnya terjadi dan menggunakan pendekatan kualitatif.
                 Objek :Lembaga-lembaga harmonisasi standar akuntansi dunia.
Variabel Penelitian
 -
Hasil Penelitian
 Hasil analisis dari jurnal ini menunjukkan bahwa salah satu usaha harmonisasi standar akuntansi yaitu untuk membuat perbedaan-perbedaan antar standar akuntansi di berbagai negara menjadi semakin kecil.
Kesimpulan Penelitian
Harmonisasi ini tidak harus menghilangkan standar akuntansi yang berlaku di setiap negara dan juga tidak menutup kemungkinan bahwa standar akuntansi internasional yang disusun oleh IASC diadopsi menjadi standar akuntansi nasional suatu negara. Menurut FASB, IASC bisa dimodifikasi menjadi organisasi ini atau membentuk organisasi baru atau memodifikasi FASB sendiri.
 merupakan peluang pasar bagi negara lain termasuk  Indonesia.
Pendapat Mengenai Jurnal
Jurnal ini cukup menarik pembahasannya, dengan mamahami jurnal ini maka dapat menambah wawasan mengenai Kecenderungan meningkatnya globalisasi di bidang ekonomi semakin tampak dengan adanya kesepakatan-kesepakatan antar negara dalam satu region tertentu, seperti European Union (EU), North American Free Trade Agreement (NAFTA), Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Indonesia sendiri merupakan salah satu dari delapan belas negara anggota APEC.
 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo