Rabu, 08 Oktober 2014

Sejarah dan Konsep Koperasi di Indonesia



Nama              : Winda Maulina
Kelas/NPM     : 2EB22/29213323

Permasalahan:
1.     Sejarah Singkat Koperasi Idonesia
2.    Konsep Koperasi luar yang mempengaruhi Pengkoperasian  Indonesia

Analisa :
1.Sejarah koperasi Indonesia
Koperasi pertama kali lahir pada tahun 1844, tepatnya di negara Inggris. Tetapi di Indonesia, koperasi baru didirikan pada tahun  1896. Koperasi Indonesia pertama kali di Perkenalkan oleh seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto, Jawa Tengah. Sejak 1920 ada satu komisi yang diberi tugas utuk menyelidiki apakah koperasi bermanfaat atau tidak. Setelah berkembangnya waktu, pada tanggal 12 juli 1947 diadakan kongres pertama yang setelah itu dijadikan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Karena banyak manfaat yang dirasakan, koperasi berdiri hingga saat ini dan pemerintah terus membantu untuk peningkatan dan perkembangan koperasi.

2.Konsep koperasi luar yang mempengaruhi pengkoperasian Indonesia
Di indonesia, koperasi sudah berkembang cukup lama dan  baik. Dengan negara yang masih cukup terbelakang akan hal ekonomi, tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia masih menganut konsep dari luar yaitu konsep barat dan sosialis. Walaupun masih menganut pada konsep tersebut, Indonesia mempunyai ciri yang lebih mirip dengan negara sosialis, karena perkembangan koperasi hampir sepenuhnya di campur tangani oleh pemerintah. Bedanya, konsep sosialis lebih kepada untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan pribada ke kepemilikan kolektif. Sedangkan koperasi Indonesia bertujuan untuk kesejahteraan sosial para anggotanya. Terlihat jelas perbedaan dari tujuan kedua konsep tersebut. Pemerintah Indonesia mendirikan koperasi dengan target menjadikan para anggota koperasi bisa membuat usaha-usaha yang bisa membantu perekonomian sehari-hari, dan para anggota koperasi bisa lebih mandiri dengan usaha yang dimiliki, tanpa terus bergantung dengan orang lain atau bekerja dengan orang lain.

Kesimpulan :
Perkembangan berdirinya koperasi di Indonesia memakan waktu yang cukup lama untuk menyatakan bahwa koperasi memang sudah benar-benar ada. Dengan berbagai analisa dan mencari tahu fungsi dan tujuan berdirinya koperasi, akhirnya pada tanggal 12 juli 1987 lahirlah Hari Koperasi Indonesia. Koperasi didirikan untuk membuat para anggota koperasi lebih mudah dalam mendapatkan modal untuk usaha dan membuat penduduk indonesia lebih mandiri dengan modal dan kemampuan yang dimiliki. Koperasi juga dimaksudkan untuk memberi kemudahan bagi para anggotanya. Dengan konsep yang sudah dijalani, pemerintah sangat berperan penting terhadap berkembangnya pegkoperasian di Indonesia. Karena tujuan utama pemerintah untuk mendirikan koperasi adalah untuk meningkatkan kondisi sosial para anggota koperasi.

Sumber:

Jumat, 30 Mei 2014

Teori Pertumbuhan Schumpeter



Schumpeter dalam teorinya menitikberatkan pada pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan suatu pertumbuhan ekonomi. Dalam teori itu juga ditunjukan bahwa para pengusaha merupakan golongan yang akan terus-menerus membuat suatu pembaharuan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi itu biasanya merupakan: memproduksi produk-produk baru yang belum ada di pasar saat ini, mempertinggi efisiensi produksi dalam menghasilkan suatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran-pasaran yang benar-benar baru, mengembangkan sumber bahan baku atau bahan mentah yang baru dan juga mengadakan perubahan-perubahan dalam organisasi dengan tujuan untuk mempertinggi keefisienan kegiatan perusahaan.
Schumpeter juga membedakan investasi kepada dua golongan, yaitu penanaman modal otonomi dan penanaman modal terpengaruh. Penanaman modal otonomi adalah penanaman modal yang ditimbulkan pada kegiatan ekonomi yang muncul sebagai akibat kegiatan inovasi. Menurut Schumpeter jika semakin tinggi tingkat kemajuan sesuatu ekonomi maka semakin terbatas pula kemungkinan untuk mengadakan suatu inovasi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan berjalan lambat. Hingga akan tercipta keadaan tidak berkembang (stationary/state). Akan tetapi, berbeda dengan pandangan klasik, dalam pandangan Schumpeter keadaan tidak berkembang itu dicapai pada tingkat pertumbuhan yang tinggi.

Faktor-faktor penentu bagi tumbuh dan kembangnya sektor bisnis adalah:
Faktor-faktor lingkungan yang terdiri dari :
a) Konsumen
b) Teknologi inovasi
c) Globalisasi
d) Ekonomi
e) Pemerintah
f) Social budaya.

                Diantara faktor lingkungan tersebut, maka perkembangan teknologi (informasi dan komunikasi) oleh banyak kalangan dikatakan sebagai faktor lingkungan yang paling banyak mempengaruhi sektor bisnis. Selain itu meningkatnya sektor bisnis juga dipicu beberapa faktor pendorong yaitu: meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas, pengurangan biaya, pelayanan jasa, konsumen internal, peningkatan produksi dan berkembangnya organisasi Nirlaba. Perkembangan sektor bisnis kedepan seprtinya akan menunjukkan pertumbuhan signifikan karena adanya perkembangan teknologi internet, digitalisasi dan komunikasi sehingga jarak bukan lagi menjadi suatu kendala kendala karena komunikasi dan informasi dapat dijalin melalui jaringan Internet. Hal ini juga menjadi tujuan akhir Globalisasi, yakni “Jarak Bukanlah Masalah” atau dengan kata lain Dunia diibaratkan hanya sebuah tempat kecil.



Teori Pertumbuhan Ekonomi Bertahap



Walt Whitman Rostow (7 Oktober 1916 – 13 Februari 2003) adalah seorang ahli ekonomi dan politikus yang bekerja kepada National Security Advisor pada masa pemerintahan [Presiden Johnson/Lyndon Baines Johnson]] di Amerika Serikat. Ia berperan penting dalam pembentukan kebijakan Amerika Serikat di Asia Tenggara selama tahun 1960 dan dia merupakan musuh dari komunis. Ia bekerja sebagai penasehat utama selama pemerintaha John F. Kennedy dan Lyndon B. Johnson. Ia mendukung intervensi militer Amerika Serikat dalam Perang Vietnam.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGUhrVP0PE8x-xVdwBhPJCm4OB7T449dFgw8cFa0wvarWAmmC_cMgYJOgR5sZ2p4Vd5PumGjpgVOizjMDmmUh-KvT77M0oPpFyClrpehQIeSCXekZlEIVYJaBku2iE09Xb2m-hjwiT22T3/s1600/rostow.jpg

Walt Whitman Rostow
Menurut W.W. Rostow mengungkapkan teori pertumbuhan ekonomi dalam bukunya yang berjudul The Stages of Economic Growth menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian dibagi menjadi 5(lima) sebagai berikut:
a.       Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
Rostow, melihat tahap-tahap perkembangan ekonomi pada tahap permulaan (tradisional) sebagai perekonomian yang memilih fungsi produksi yang terbatas. Namun sebenernya perubahan-perubahan ekonomi selalu ada. Hal ini dapat dilihat dari adanya perubahan didalam perdagangan dan tingkat pertumbuhan produksi pertanian.
1.       Merupakan masyarakat yang mempunyai struktur dalam fungsi-fungsi produksi yang terbatas
2.       Belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
3.       Terdapat suatu batas tingkat output per kapita yang dapat dicapai.
b.      masyarakat  pra kondisi untuk periode lepas landas (The Preconditions for Take Off)
Tahap ini merupakan tahap yang diberlakukan agar perkembangan ekonomi dapat lepas landas tahap ini biasanya dicirikan oleh pertumbuhan perlahan-lahan dan inovasi.
1.       Merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang berada dalam proses transisi.
2.       Sudah mulai penerapan ilmu pengetahuan modern ke dala fungsi-fungsi produksi baru, baik di bidang pertanian maupun di bidang industri.
c.       Periode Lepas Landas (The Take Off)
Tahap ini merupakan tercapainya perkembangan pesat pada sektor-sektor tertentu yang telah menggunakan teknik produksi modern. Dalam tahap ini penerapan teknik-teknik baru dalam hal industri dapat berjalan dengan sendirinya.
1.                merupakan interval waktu yang diperlukan untuk mendobrak penghalan-penghalang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
2.                Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas.
3.                Tingkat investasi yang efektif dan tigkat produksi dapat meningkat.
4.                Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih dari jumlah pendapatan nasional.
5.                Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada mengalami ekspansi dengan cepat.
d.      Gerak Menuju Kedewasaan (Matury)
Tahap ini memperlihatkan adanya kematangan ekonomi, yaitu suatu periode ketika masyarakat secara efektif menerapkan teknologi modern terhadap sumber-sumber ekonomi.
1.       Merupakan perkembangan terus-menerus dimana perekonomian tumbuh secara teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi modern.
2.       Investasi efektif secara tabugan emningkat dari 10% hingga 20% dari pendapatan nasional dan investasi ini berlangsug sangat cepat.
3.       Output dapat melampaui pertambahan jumlah penduduk.
4.       Barang-barang yang dulunya di impor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.
5.       Tingkat perekonomian menunjukan kapasitas bergarak melampaui kekuatan industri pada masa take off dengan penerapan teknologi modern.
e.      Tingkat Konsumsi Tinggi(High Mass Consumption)
1.       Sektor-sektor industri merupakan sektor yang memimpin (leading sector) bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan laam dan jasa-jasa.
2.       Pendapatan riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan pangan.
3.       Kesempatan kerja penuh sehingga pendapatan nasional tinggi.
4.       Pendapatan nasional yang tinggi memenuhi tingkat konsumsi tinggi.

TEORI NEOKLASIK (ROBERT M. SOLOW)


Robert Solow adalah ahli ekonomi yang memenangkan hadiah nobel pada tahun 1987. Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi akan tercapai jika ada pertumbuhan output. Pertumbuhan output terjadi jika dua faktor input, yakni modal dan tenaga kerja dikombinasikan, sedangkan faktor teknologi dianggap konstan (tidak berubah). Adapun yang tergolong sebagai modal adalah bahan baku, mesin, peralatan, komputer, bangunan dan uang. Dalam memproduksi output, faktor modal dan tenaga kerja bias dikombinasikan dalam berbagai model kombinasi. Sehingga, bisa dituliskan dalam rumus sebagai berikut:
Q = f (C.L)

Keterangan:
Q = Jumlah output yang dihasilkan
f = Fungsi
C = Capital (modal sebagai input)
L = Labour (tenaga kerja, sebagai input)

Rumus di atas menyatakan bahwa output (Q) merupakan fungsi dari modal (C) dan tenaga kerja (L). Ini berarti tinggi rendahnya output tergantung pada cara mengombinasikan modal dan tenaga kerja.


 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo